| Sejarah SMA Negeri 1 Bontang |
|
|
|
| Written by Samsuddin |
| Friday, 26 February 2010 00:32 |
|
Jabatan Kepala Sekolah SMAN 1 diduduki pertama kali oleh Bapak Abdul Muis setelah 5 tahun menjabat kemudian digantikan oleh (Alm)Bapak Muhammad Nasir . setelah itu digantian oleh Bapak Anwar Sanusi. Selama masa jabatan,beliau pernah menerapkan prinsip di SMAN 1 Bontang yaitu The winner of year. Maksud dari prinsip tersebut ialah beliau ingin SMAN1 selalu meraih kemenangan dalam setiap perlombaan.setelah masa jabatan beliau habis,jabatan tersebut digantikan oleh (Alm)Ibu Kristanti. Namun jabatan tersebut tidak berlangsung lama dikarenakan (Alm)Ibu Kristanti telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Sebelum menjadi Kepala Sekolah SMAN1,(Alm)Ibu Kristanti pernah menjadi guru matematika di SMAN1 Bontang. Di mata murid-muridnya Beliau dipandang sebagai guru yang pandai dan ahli dalam mengajar matematika. Ketika (Alm)Ibu Kristanti dipanggil oleh Yang Maha Kuasa,jabatan Kepala Sekolah SMAN1 digantikan oleh Ibu Titi Wurdiyanti. ![]() Sejak SMA Negeri 1 Bontang berdiri SMAN 1 banyak digemari oleh siswa-siswi dari luar kota Bontang yang umumnya berasal dari kabupaten-kabupaten dalam wilayah Kalimantan Timur sendiri seperti Kutai Kertnegara, Kutai Timur, Balikpapan, Samarinda bahkan ada pula yang berasal dari Pulau Jawa. Dalam perkembangannya, SMAN 1 tlah banyak mencatat sejarah prestasi baik akademik maupun non akademik. Prestasi ini diraih oleh siswa SMAN1 sendiri. Banyaknya prestasi yang diraih menunjukkan bahwa dari dulu SMAN1 tlah mampu bersaing dengan sekolah lain di bontang baik swasta maupun negeri.Contohnya Pada ujian akhir nasional (UAN) tahap II tahun 2005 hingga tahun 2009, SMA Negeri 1 Bontang termasuk salah satu dari dua sekolah di kota bontang yang tidak menyertakan siswanya untuk ikut serta karena lulus 100 persen[1]. Dalam hal pengajaran,SMAN1 tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik saja kepada siswanya tatapi juga meembantu siswanya dalammenggali dan mengembangkan bakatnya contohnya dalam pelajaran di bidang seni dan ekskul. Dalam hal ini siswa dituntut untuk Aktif, produktif, inovativ, energiik,dan kreatif. |
| Last Updated on Saturday, 01 May 2010 17:52 |






PROFIL 



