Login Anggota

Link Pendidikan

depdiknas
dikmenum
jardiknas
pas
id_joomla
ikc
nodrug

Member Online

None
JUJITSU PDF Print E-mail
Written by Samsuddin   
Friday, 26 February 2010 13:32
jujitsuJu-Jitsu merupakan salah satu cabang ilmu bela diri Jepang yang mengutamakan fleksibilitas dari kemampuan anggota tubuh dalam melaksanakan tehnik di setiap tingkatan. Tehnik-tehnik dalam Ju-Jitsu merupakan perpaduan dari beberapa jenis olahraga bela diri yang berbeda. Di Indonesia Ju-Jitsu berawal dari seorang tentara Jepang yang mengajarkan kepada para tentara PETA. Dari sinilah Ju-Jitsu berkembang menjadi salah satu latihan wajib kemiliteran dan menyebar hingga ke instansi pemerintahan serta menjadi ekstrakulikuler pilihan di sekolah-sekolah. Ju-Jitsu juga berkembang menjadi beberapa aliran yang berbeda dengan tehnik-tehnik yang berbeda pula.
Ju-Jitsu yang berkembang di Bontang adalah Ju-Jitsu dengan aliran I Kyushinryu dan tersebar di beberapa tempat seperti Kepolisian, Den Arhanud Rudal, dan beberapa sekolah serta tempat lainnya.  Di SMAN 1 Bontang, Ju-Jitsu menjadi salah satu pilihan ekstrakulikuler bagi siswa. Ekstrakulikuler ini dibentuk pada awal tahun 2008 dengan anggota awal sebanyak 7 siswa dan bertambah sekitar 15 siswa. Pelatih awal ekskul ini adalah Dedi dan Indra Yuda, serta Benny S. sebagai penanggung jawab kegiatan. Kini pelatih Ju-Jitsu di SMAN 1 Bontang adalah Indra Yuda, seorang anggota militer Bontang serta dibantu oleh dua orang Jujitsan sebagai asisten pelatih, yaitu M. Awaluddin Setiawan dan I Putu Yoga.  
Latihan di SMAN 1 Bontang dilaksanakan setiap hari Senin dan Jumat sore. Dalam melaksanakan latihan, setiap Jujitsan wajib mengenakan dogi, yaitu baju yang digunakan setiap latihan serta sabuk sesuai dengan tingkatannya. Setiap dogi pun harus dilengkapi dengan lambang ‘Institut Ju-Jitsu Indonesia’ dan lambang dari masing-masing dojo (tempat latihan) jika memiliki. Latihan Ju-Jitsu terdiri dari latihan fisik dan latihan materi sesuai tingkat. Latihan ini tak hanya bertujuan untuk memberikan ketahanan dan pertahanan diri, tetapi juga bertujuan untuk membentuk pribadi serta mental dari setiap Jujitsan. Dalam latihan pelatih maupun Jujitsan harus menaati sumpah dan semboyan yang telah ada demi terciptanya suasana latihan yang aman.
Selama dibentuk sebagai ekstrakulikuler, Jujitsan SMAN 1 Bontang belum ada yang dapat mengikuti sebuah kompetisi. Meskipun begitu, pelatih terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dari masing-masing Jujitsan. Namun, Jujitsan SMAN 1 Bontang dapat membuktikan bahwa mereka bisa menjadi peserta terbaik dalam ‘Ujian Kenaikan Tingkat’. Keberhasilan ini bukan hanya milik Jujitsan pun juga menjadi kebanggaan sekolah dan pelatih.
Last Updated on Thursday, 06 May 2010 10:29