|
Penggunaan komputer atau perangkat sistem informasi berkembang pesat karena selain banyak membantu dalam urusan kantor, komputer juga merupakan ‘otak kedua’ manusia. Terlebih ketika inovasi teknologi jasa ‘dunia maya’ atau internet mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Sejak awal perkembangannya di Indonesia pada tahun 1990-an, internet yang dahulu lebih dikenal dengan sebutan paguyuban network ini merupakan teknologi jasa yang menawarkan semangat kerjasama, kekeluargaan, dan gotong royong diantara para penggunanya. Hal ini ditandai dengan banyaknya tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan internet di Indonesia di media cetak, seperti yang dimuat di KOMPAS yaitu tulisan berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio”. Sejak itulah, masyarakat mulai mengetahui lebih jauh mengenai penggunaan komputer bukan hanya untuk keperluan kantor, dan mulai menggunakan komputer di rumah sendiri. Teknologi komputer ini pada awalnya hanya dipergunakan dalam dunia bisnis dan jaringan telekomunikasi. Namun seiring dengan perkembangan zaman, pemerintah memandang bahwa komputerisasi juga diperlukan dalam dunia pendidikan. Hal ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu media pendidikan juga tak lepas dari perkembangan terknologi. Disamping itu, arus modernisasi semakin menuntut perlunya implementasi ICT (Information and Communication Technology) di berbagai aspek interaksi, termasuk pendidikan. Setelah melalui proses yang cukup panjang, pada akhirnya ICT ditetapkan sebagai bagian kurikulum dalam proses belajar mengajar, yaitu sebagai mata pelajaran yang lebih dikenal dengan nama TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Seperti sistem pengajaran dan penilaian yang diterapkan dalam mata pelajaran lain, TIK juga diajarkan secara konsep teori dan praktek dengan aspek penilaian kognitif dan psikomotorik. Sebagai penyedia informasi secara teori, mata pelajaran ini juga telah dilengkapi buku paket. Sedangkan untuk menunjang materi praktek, di sekolah telah terdapat laboratorium komputer, dimana siswa mengaplikasikan konsep yang telah dipahami secara teoritis dengan praktek langsung. Proses belajar di laboratorium komputer diawali dengan beberapa panduan guru tentang apa yang harus dikerjakan disertai beberapa contoh sederhana, dan setelahnya siswa melakukan praktek dan mengembangkan materi sesuai dengan pemahamannya. SMA Negeri 1 Bontang sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional juga menerapkan sistem ICT di hampir setiap mata pelajaran, termasuk pelajaran TIK yang telah dilengkapi dengan laboratorium komputer dan ruang multimedia. Ruangan laboratorium komputer secara umum merupakan ruangan tertutup yang menggunakan AC sebagai tempat sirkulasi udara. Di laboratorium terdapat barbagai barang elektronik, yaitu beberapa unit komputer/PC untuk siswa dilengkapi dengan webcam dan jaringan internet, satu unit komputer untuk guru, serta beberapa property kelas seperti meja, kursi, dan papan tulis. Di laboratorium ini siswa diajarkan mengenai dasar-dasar penggunaan komputer, cara mengaplikasikan beberapa software, dan cara melakukan akses internet. Lebih jauh lagi siswa dikenalkan terhadap macam-macam perangkat ICT dan cara menggunakannya, bagaimana merakitnya, hingga pembeerian tugas pengayaan dan mandiri kepada siswa. Hal ini bertujuan agar siswa berjalan dinamis seiring berkembangnya peradaban dan teknologi, serta siswa diajarkan untuk berpandangan lebih global terhadap apa yang dipelajarinya, sehingga siswa dapat menerapkannya baik saat di lingkungan sekolah maupun apabila telah memasuki dunia kerja dan kehidupan yang kompleks.
Oleh. M. Asnan Jumadil A.
|